Indonesia dilanda lagi demo besar-besaran gara-gara kenaikan BBM. Namun sebenarnya, naiknya harga BBM adalah sebuah keharusan, karena istilah kenaikan BBM sendiri adalah semu/palsu. Yang sebenarnya terjadi bukanlah kenaikan BBM, namun turunnya subsidi.
Ada tiga skenario tentang alasan
BBM itu benar-benar dapat menghancurkan sebuah negara.
Pertama, subsidi itu
menghancurkan karena menciptakan rantai pembebanan terhadap anggaran negara.
Ketika harga BBM disubsidi mejadi menjadi setengah dari harga seharusnya, maka
yang memiliki kendaraan menjadi dua kali lipat lebih banyak daripada seharusnya.
Karena yang memiliki kendaraan dua kali lipat lebih banyak, maka hal ini
mendorong pemerintah untuk menciptakan jalan jalan yang dua kali lipat lebih
banyak, dan lebih besar daripada seharusnya.
Hal ini membuat ongkos negara
semakin besar. Faktanya jalan memang harus diperbesar seiring dengan
pertumbuhan kendaraan. Ketika jalan itu tidak cukup untuk mengimbangi
pertumbuhan kendaraan, maka akan terjadi kemacetan. Kemacetan menghasilkan
kerugian triliunan setiap harinya. Ditambah kerugian lain yang mencapai puluhan
triliun perharinya dari polusi udara. Polusi udara dapat menurunkan tingkat
kesehatan warga. Ketika tingkat kesehatan warga turun, kesehatan pun disubsidi, maka hal tersebut
akan menguras uang anggaran negara. Hal tersebut akan terus berulang-ulang dan
menciptakan siklus yang buruk bagi negara.
Kedua, subsidi sering digunakan
pemerintah untuk mendulang suara. Ketika masa pemilu sedang terjadi di
Indonesia, biasanya petahana akan mengkampanyekan penurunan BBM. Secara tidak
langsung, hal tersebut mendoktrin masyarakat untuk memilihnya karena berhasil menurunkan
harga BBM. Di Indonesia, BBM menjadi dagangan politik meskipun dampak yang
tidak benar-benar signifikan. Setiap partai politik sering menunjukkan rasa iba
sampai menunjukkan ekspresi menangis karena BBM yang terus dinaikkan. Namun ketika
mereka naik, mereka juga menaikkan harga BBM, karena tangisnya hanya kebohongan.
Itulah yang menjadi awal hancurnya sebuah negara.
Ketiga, subsidi membuat mental
masyarakat rusak. Mereka gagal untuk memahami masalah yang sesungguhnya. Banyak
orang yang mengatakan bahwa subsidi BBM akan menciptakan Domino effect: kalau misalkan BBM naik, maka angkot akan naik,
kalau angkot akan naik, maka bahan-bahan kebutuhan pokok akan naik. Maka
sebenarnya ini adaalah hal yang semu/palsu, karena yang paling membutuhkan BBM
sebenarnya adalah orang-orang yang memiliki kendaraan, dan subsidi ini
sebenarnya adalah subsidi untuk memberi makan kepada orang-orang kaya.
Ada satu fenomena yang nyata
yaitu ketika harga BBM naik maka harga angkot memang naik, tetapi ketika BBM
diturunkan, angkot tetap tidak turun. Biasanya, operator mereka akan beralasan
untuk menghindari penurunan tarif angkot. Seharusnya ketika BBM turun, mereka
juga menurunkan tarifnya. Mereka tidak menurunkannya, karena masing-masing
setiap orang berusaha untuk mencari keuntungan di momentum di mana mereka dapat
menaikan harga seenaknya.
Sebenarnya kenaikan harga BBM dapat
diantisipasi. Contohnya, harga BBM angkot tetap murah, karena SPBU nya yang
ditempatkan di terminal angkotnya. Maka yang dapat keluar/masuk dan menikmati
subsidi BBM hanya supir angkot saja.
Indonesia mengalami kenaikan BBM
yang membuat masyarakat mendesak pemerintah. Namun, kebanyakan masyarakat tidak
mengetahui dasar permasalahannya. Karena jika BBM disubsidi di kondisi
sekarang, negara bisa saja hancur suatu saat nanti. Karena jika subsidi
diadakan di kondisi saat ini, dapat membebani keuangan negara, dan akan
mengalami krisis ekonomi yang drastis kedepannya.
Bagus, jadi kita bisa mengetahui apa alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM
ReplyDeletebetul, faktor faktor tentang BBM diatas dapat menjadikan sebuah negara hancur
ReplyDeleteBenar jadi kita bisa dengan bijak menanggulangi Kenaikan harga BBM
ReplyDeleteBetul setiap perubahan memang harus disikapi dengan bijak.
ReplyDeleteYang ditakutkan oleh Ir. Soekarno sekarang telah banyak terjadi, yaitu perang dengan sebangsa dan setanah air👍
ReplyDelete