Skip to main content

Resensi Pertunjukan Teater Office SMANTSA 2022

A.    Data Pementasan


Kelompok Pementas : Siswa/i SMA Negri Tanjungsari Kelas XI IPA 4

Bentuk Pementasan : Teater

Waktu Pementasan : 19 Mei 2022, Pukul 13.00 s.d. selesai.

Tempat Pementasan : Kelas XI IPA 4

Penonton : Guru Matra Pelajaran Seni Budaya, Siswa/I SMAN Tanjungsari dari berbagai angkatan.

Pementas : Siswa/i SMA Negri Tanjungsari Kelas XI IPA 4

Pemeran :

Angga Sudrajat, diperankan oleh Muhammad Rizky Abdullah

Jamilah, diperankan oleh Naisylla Nurmayanti

Dinda, diperankan oleh Kania Nuur Sa’adah

Dean, diperankan oleh Rizvan Fadilla Abdurrahman

Nopal, diperankan oleh Irji Farid Ilhamsyah

Riki, diperankan oleh Rangga Yudistira

Indi, diperankan oleh Alisa Purnamasari

Kang Bakso, diperankan oleh Muhammad Farhan Rafiansyah

Polisi 1, diperankan oleh Aji Firmansyah

Polisi 2, diperankan oleh Dito Ari Nugraha

Polisi 3, diperankan oleh Risna Rosdiana Habibah

Hakim, diperankan oleh Nisrina Nazwa Andiani

Jaksa, diperankan oleh Muhammad Alvi Saputra

 

B.    Ringkasan Isi Pementasan

Dalam teater yang berjudul NEGRI GAGAP yang dipentaskan oleh siswa/i XI IPA 4  SMAN Tanjungsari angkatan 2022 ini mengisahkan tentang kehidupan keluarga biasa yang suasana keluarga yang biasa, dan anggota keluarga seperti pada umumnya.

Kisah ini fokus pada kisah keluarga antara Pak Angga dan Dinda yang sering berdebat. Konflik tersebut muncul sendiri karena Pak Angga yang memang memiliki sifat pemarah selama bersama keluarganya, sementara sang istri, Bu Jamilah yang selalu melerai perdebatan antara Dinda dan Pak Angga, dan Dean yang mencairkan suasana diantara perdebatan mereka. Dinda adalah Seorang Mahasiswa Hukum, dia selalu berkumpul bersama teman-teman sekampusnya Nopal, Riki, dan Indi. Mereka membicarakan sesuatu dari mulai yang bercanda, hingga yang serius, seperti membicarakan tentang betapa menyedihkannya Negri ini, akibat para koruptor yang smena-mena akan perbuatannya

Cerita ini mulai diperburuk akibat ketahuannya Pak Angga yang sedang berselingkuh di belakang Istrinya, dan diperburuk lagi dengan sikap Pak Angga yang terbongkar lebih mementingkan Selingkuhannya dibanding Istrinya. Berlanjut di sebuah Orasi, penyampaian yang dilakukan Pak Angga sedikit Gagal akibat gangguan anaknya, Dean yang menyela Orasi Pak Angga dengan kata-kata yang tidak biasa.

Selang berlalu, Dinda dan Riki membeli Bakso, dan memulainya dengan kebiasaan mereka yang membicarakan tentang keadaan negri ini. Mereka berbincang panjang lebar, sampai-sampai tidak sadar Kang Bakso yang ikut mendengarkan, ikut menyela pembicaraan mereka dengan konteks yang sama, tentang betapa menyedihkannya negri ini.

Suatu Hari, tidak ada angin, tidak ada hujan, keluarga Pak Angga dikagetkan dengan datangnya 3 Orang polisi yang menyatakan bahwa Pak Angga terlibatb dalam Korupsi dana bantuan rakyat, yang membuat satu keluarga Pak Angga Kaget. Tidak disangka, sebelum Pak Angga berangkat ditarik Polisi, Pak Angga meminta bantuan kepada Dinda untuk diselamatkan, yang saat itu masih belum percaya Ayahnya terlibat dalam kasus Korupsi.

Suasana di Pengadilan terlihat menegangkan, dengan Hakim yang saat itu memegang kuasa atas keputusan hukuman atas perbuatan yang dilakukan Pak Angga, dan seorang Jaksa yang terlihat memiliki kerpercayaan diri yang tinggi saat itu. Perdebatan dimulai antara Jaksa dan Dinda, mereka saling beradu pendapat, antara seorang Jaksa yang memiliki banyak pengelaman dan Dinda yang memiliki pengetahuan. Perdebatan semakin memanas, namun sermuanya diakhiri dengan bukti-bukti kuat yang diiperlihatkan oleh Jaksa. Akhirnya keputusan Hakim bulat, untuk menjatuhkan Hukuman ke Pak Angga dengan hukuman penjara yang cukup lama. Pak Angga marah ke Dinda, karena Dinda yang tidak bisa menyelamatkannya, namun karena kata-kata Dinda yang baik dang penuh emosional, membuat Pak Angga mulai menerima keadaan dan sadar akan kesalahannya.

Semua keluarga Pak Angga datang menjenguk Pak Angga di sel, mereka semua bersedih, dan suasana semakin mendukungnya. Cerita berakhir sedih dan penuh emosional.

 

C.    Kelebihan

Teater ini cukup menarik. Teater yang diperankan oleh banyak orang ini bisa dikatakan sukses ditampilkan dengan lancar tanpa adanya kesalahan yang mencolok. Dari segi keaktoran, hampir sebagian besar pemeran memerankannya dengan menerapkan teknik keaktoran, terlihat dari ekspresi, gesture, vokal, dan artikulasi yang baik dalam berdialog, terutama si tokoh utama, Dinda. Setiap pemain mampu memerankan dan menghayati sesuai dengan perannya. Waktu pementasan juga tidak terlalu lama. Selain dari itu, dalam setiap adegan selalu ada kejutan-kejutan yang tidak terduga. Sehingga penonton penasaran adegan dengan adegan berikutnya.

Pemeran utama Dinda mampu menggiring penonton kedalam suasana merinding dengan intonasinya. Ditambah sosok Dean yang memiliki sifat kekanak-kanakan yang membuat suasana menjadi cair dan penuh kelucuan setelah ketegangan. Dialog-dialog yang dipakai pun menggunakan dialog mudah dimengerti. Terdapat percakapan ringan, namun penuh arti. Improvisasi yang ditawarkan para aktor menjadi nilai lebih di drama teater ini, mereka dapat mengendalikan panggung dengan baik.

 

D.    Kekurangan

Dari keseluruhan cerita yang ditonton, ada beberapa kekurangan yang cukup dapat terlihat di sela-sela adegan. Tokoh utama Pak Angga, memiliki sedikit kekurangan di bagian intonasi dan ekspresi, terlihat seolah memiliki sifat yang sedikit datar. Selanjutnya, di bagian babak orientasi, terlihat seolah temponya terlalu cepat, akibat musik yang dimainkan lebih awal. Terakhir di bagian cerita, babak ketika Pak Angga dan Selingkuhannya berdansa, itu kurang memuaskan, karena setelah dansa diberhentikan oleh Istri yaitu Bu Jamilah, yang di mana penonton berekspetasi lebih, dari mulai ekspresi dan lebih berharap lebih menggunakan emosinya ketika bertemu dengan selingkuhan Pak Angga.

 

E.    Penutup /Kesimpulan

Dari pementasan Teater angkatan 2022 dapat disimpulakan bahwa Teater XI IPA 4 SMAN Tanjungsari menampilkan teater dengan cukup baik dan sesuai rencana. Dilihat dari aspek isi (kelebihan dan kekurangannya).


Comments

  1. πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

    ReplyDelete
  2. πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
  3. Struktur resensinya sudah bagus,tinggal dihilangkan judul pembahasannyaπŸ‘

    ReplyDelete

Post a Comment